Baik dan Buruk
Baik adalah terjemahan dari kata khoir ( dalam bahasa
arab)/good(dalam bahasa Inggris). Di
katakan bahwa yang di sebut baik adalah sesuatu yang menimbulkan rasa kepuasan
dan keharuan, kesenangan,persesuaian dan seterusnya. Pengertian baik menurut
Ethink adalah sesuatu yang berharga
untuk tujuan. Sebaiknya yang tidak berharga, tidak berguna untuk tujuan apabila
yang merugikan, atau yang mengakibatkan tidak tercapainya tujuan adalah buruk dan yang disebut baik dapat pula berarti sesuatu yang mendatangkan memberikan
perasaan senang atau bahagia. Adapula yang berpendapat bahwa yang di sebut baik
adalah sesuatu yang diingikan, yang diusahakan dan menjadi tujuan seorang
manusia. Walaupun setiap tujuan berbeda beda di dunia ini, tetapi pada akhirnya
semuanya mempunyai tujuan yang sama sebagai tujuan akhir tiap-tiap sesuatu,
bukan saja manusia akan tetapi binatang pun mempunyai tujuan. Sedangkan
pengertian buruk adalah segala sesuatu tercela. Perbuatan buruk berarti
perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku.
Pendefinisian arti dari kata baik dan buruk pun memiliki banyak makna.
Cara penilaian dari berbagai
aspek :
1. Ajaran Agama
Menurut ajaran agama yang dianggap baik ini adalah suatu perbuatan
yang sesuai dengan kehendak tuhan atau yang di perintahkan tuhan, sedangkan
perbuatan buruk adalah sebaliknya yaitu suatu perbuatan yang di larang tuhan. Dalam
paham ini keyakianan teologis, yakni keimanan kepada tuhan memegang peranan
penting, karena tidak mungkin orang mau berbuat sesuai dengan kehendak tuhan
jika bersangkutan tidak beriman kepadanya. Diketahui didunia ini terdapat
bermacam-macam agama ,dan masing-masimg menentukan baik dan buruk, menurut
ukurannya masing-masing. Agama Hindu,Budha,Yahudi,Kristen dan Islam misalnya,
masing-masing memiliki tolak ukur tentang baik dan buruk yang dengan yang
lainnya berbeda-beda.
2. Adat istiadat
Menurut adat istiadat baik buruk ditentukan berdasarkan
adapt istiadat yang berlaku dan dipegang kuat oleh masyarakat tersebut. Orang
yang mengikuti adat akan dipandang baik dan yang menentang dianggap buruk,
kemudian yang menentang akan di hukum. Ahmad Amin mengatakan bahwa setiap
bangsa menpunyai adat dan menganggap baik jika, mendidik anak-anaknya secara
adat istiadat, menanamkan perasaan mereka bahwa adat akan membawa kepada
kesucian sehingga apabila seseorang menyalahi adat sangat dicela dan dianggap
keluar dari golongan bangsanya .
Didalam masyarakat kita jumpai
adat istiadat yang berkenaan dengan cara berpakaian, makan, minum, cakap-cakap,
dan sebagainya. Orang yang mengikuti cara yang demikian itulah yang dianggap
baik. Kelompok yang menilai baik dan buruk berdasarkan adat istiadat ini dalam
tinjauan filsafat dikenal dengan istilah aliran sosialisme.
3. Kebahagiaan
Aliran kebahagian atau Hedonisme adalah
Sebuah Aliran filsafat yang terhitung tua karena berakar pada filsafat yunani,
khususnya pemikiran filsafat Epicurus ( 341-270 SM), yang selanjutnya
dikembangkan oleh cyrenics dan belakangan ditumbuh kembangkan oleh Freud .
Pada Paham ini menyatakan suatu
perbuatan baik adalah Perbuatan yang banyak mendatangkan kenikmatan , kelezatan
dan kepuasan nafsu biologis. Epicurus sebagai peletak dasar paham ini
mengatakan bahwa kebahagian atau kelezatan itu adalah tujuan manusia. Tidak ada
kebaikan dalam hidup selain kelezatan dan tidak ada keburukan kecuali
penderitaan.
Hedonisme model pertama yang individualistik lebih banyak mewarnai masyarakat barat yang bercorak liberal dan kapitalis, sementara hedonisme model kedua yang sosialistik banyak mewarnai masyarakat eropa yang komunis.
Hedonisme model pertama yang individualistik lebih banyak mewarnai masyarakat barat yang bercorak liberal dan kapitalis, sementara hedonisme model kedua yang sosialistik banyak mewarnai masyarakat eropa yang komunis.
4. Bisikan Hati
Bisikan hati adalah kekuatan batin yang
dapat menidentifikasi apakah sesuatu perbuatan itu baik atau buruk tanpa
terlebih dahulu melihat akibat yang dtimbulkan perbuatan itu. Bisikan hati lebih
banyak membantu tika dalam memilih hal-hal yang baik, dan mencegah kita dalam
meilih hal-hal yang menurutnya kurang baik. Faham ini merupakan bantahan
terhadapt faham hedonisme yang telah dibahas. Tujuan utama dari aliran ini
adlah keutamaan keunggulan, keistimewaan yang dapat juga diartikan sebagai
kebaikan budi pekerti. Seseorang yang memilihi intuisi yang kuat (atau
berperasaan kuat) biasanya memutuskan suatu apapun dengan memikirkan baik dan
buruknya untuk dia nantinya, walaupun dalam hal memutuskan membutuhkan waktu
yang cukup lama, tapi keutusan yang nantinya diambil kemungkinan besar memiliki
pengaruh yang cukup besar untuk dia dan lingkungan sekitar dia.
5. Evolusi
Paham Evolusi ini berpendapat bahwa
segala sesuatu yang ada di alam ini selalu (secara berangsur-angsur) mengalami
perubahan yaitu berkembang menuju kearah kesempurnaan. Dengan mengadopsi teori
darwin bahwa nilai moral harus selalu berkompetisi dengan nilai yang lainnya,
bahkan dengan segala yang ada di alam ini, dan nilai moral yang bertahan
(tetap)yang dikatakan dengan baik, dan nilai-nilai yang tidak bertahan (kalah
dengan perjuangan antar nilai) dipandang sebagai buruk. Dalam padam evolusi ini
dikenal dengan Hukum Rimba, yang artinya bahwa siapa yang terkuatlah dan bisa
beradaptasilah dia yang menang dan bertahan hidup dan tidak mati.
6. Utilitarisme
Prinsip pokok paham utilitarisme adalah
kebahagiaan bagi diri sendiri dan kebahagiaan bagi orang lain. Menurut
Aristoteles, untuk mencapat eudaemonia ini diperlukan 4 hal, yaitu pertama
kesehatan, kebebasan, kemerdekaan, kekayaan dan kekuasaan. Kedua kemauaan.
Ketiga Perbuatan baik. Dan yang terakhir keempat pengetahuan batiniah.
7. Marxisme
Berdasarkan “Dialectical Materialsme”
yaitu segala sesuatu yang ada dikuasai oleh keadaan material dan keadaan
material pun juga harus mengikuti jalan dialektikal itu. Pada aliran ini
memegang motto “segala sesuatu jalan dapatlah dibenarkan asalkan saja jalan
dapat ditempuh untuk mencapai sesuatu tujuan”. Jadi apapun dapat dipandang baik
asalkan dapat menyampaikan/menghantar kepada tujuan
8. Eudalmonisime
Prinsip pokok paham ini adalah
kebahagiaan bagi diri sendiri dan kebahagiaan bagi orang lain. Menurut
Aristoteles, untuk mencapat eudaemonia ini diperlukan 4 hal, yaitu pertama
kesehatan, kebebasan, kemerdekaan, kekayaan dan kekuasaan. Kedua kemauaan.
Ketiga Perbuatan baik. Dan yang terakhir keempat pengetahuan batiniah
9. Pragmatisme
Aliran ini menitik beratkan pada
hal-hal yang berguna dari diri sendiri baik yang bersifat moral maupun material.
Yang menjadi titik beratnya adalah pengalaman oleh karena itu penganut paham
ini tidak mengenal istilah kebenaran sebab kebenaran bersifat abstrak dan tidak
akan diperoleh dalam dunia empiris.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar